Kisah ini dimulai Sekitar 3 tahun lalu, ketika ku memasuki sebuah
sekolah bernama SMAN 29 Jakarta. Sekolah yang tidak begitu besar namun
memiliki sebuah kisah terindah dalam kehidupa ini.
Awalnya hanya
perpaduan antara hitam dan putih yang mengiringi kisah perjalanan.
Hingga akhirnya seorang saudara terbaik dalam hidupku memperkenalkan
sebuah lembaga bernama rohis 29 itu... Ya lembaga karena disinilah
tempat awal ku bisa membuka hati pikiran, pendengaran, serta
penglihatanku selama ini. Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa
Rohis itu HANYA sebuah eksul, begitu pula denganku dulu. Namun ternyata
pandanganku itu salah Perlahan ku mulai menemukan sebuah arti itu, bahwa
Rohis 29 bukanlah merupakan eksull belaka,
Rohis 29 bukanlah segalanya, tapi segalanya bisa didapatkan disini... (udah kaya tarbiyah aja yah..hhe.)
Sebuah tolak balik yang mengubah abu2dalam hidupku menjadi penuh warna.
"Berawal dari sebuah kisah Maulid, Hingga kita diregenerasi.
Dari kita menapaki jalan ini, Hingga maut menanti"
sepenggal
kata-kata itu begitu membekas dalam hati ini. Disini kami terus belajar
tentang ukhwah... Ukhwah yang kita tanam dari sebuah acara maulid yang dikonsep bersama itu kita sirami dengan cinta, dipupuk dengan saling
memahami, dan dijemur di hangatnya kasih yang dibungkus oleh saling
memaafkan...
Disini kita sama2 bermimpi, Sama2 merasakan
kegembiraan dan kelelahan.
Namun berjuta-juta kata salut dariku untukmu
wahai saudara2ku... Tak peduli betapa dalamnya duri itu menusuk, senyum
manismu itu selalu ada.
Tak peduli betapa besar kesalahanku ini tapi maaf itu selalu ada...
Walau
perjuangan ini sering menyita peluh energi, tetesan air mata, atau
bahkan darah namun perjuangan ini tetaplah mengindahkan pada akhirnya
kelak(insya Allah)...
Dalam sebuah kenangan yang tak terlupakan
Saat kita sama2 bermimpi dalam Ukhwah yang tengah bersemi...
dan merealisasikannya... Hingga kini... dan esok..
-This the way i Choose-
@home sweet home Senin 7 Mei 2012 9.39
Senin, 07 Mei 2012
Bersama membangun mimpi dalam ukhwah yang tengah bersemi
Posted on 04.20 by restiya maulana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)














0 komentar:
Posting Komentar