Perubahan (red pembaharuan) merupakan salah satu fenomena kehidupan yag sangat akrab dalam kehidupan kia. Perubahan merupakan catatan yang seakan tidak berujung. Seperti lautan yang tak bertepi. Seakan mengabdi, ada selamanya, sepanjang kehidupan itu bergulir, selama sejarah terus mengukir.
Perubahan itu terjadi pada semua hal, pada semua sisi, semua kejadian, semua peristiwa, semuanya, "semuanya berubah seperti perubahan itu sendiri" begitulah kata pepatah.
Perubahan (red pembaharuan) sebenarnya adalah jalan penuntasan mimpi. Sebuah jalan mewujudkan setiap impiaan kehidupan yang hendak dicapai dan diraih. Sejarah selalu memperlihatkan fenomena ini. Setiap proses pembaharuan selalu merupakan proses perwujudan keinginan2 manusia. Setiap semangat perubahan selalu berakhir pada mimpi yang terselesaikan. Itulah sebabnya kita akan selalu menemukan bahwa sejarah sebetulnya adalah kisah pebaharuan, kisah perubahan. Sedangkan setiap pelaku "sejarah yang tersejarahkan" adalah juga pelaku perubahan (agent of change)
Teringat akan perkataan guru smp saya kala itu yang kurang lebihnya seperti ini.
Melihat corat marutnya moralitas pelajar, melihat kebanggaan mereka akan prestasi2 yang negatif, mungkin ini sebuah pertanda sudah tuanya dunia ini, tapi permasalahannnya akankah kita hanya diam menjadi penonton atas semua ini?. "Siapa lagi jika bukan kita? Jika bukan kita siapa lagi?" Maka kini saatnya kita beraksi berpegangan tangan meraptkan barisan, berlomba2 dalam hal kebaikan untuk sebuah perubahan. Menuju "mimpi" dengan sama2 merealisasikannya.
Begitulah stimulus yang diberikan dan diakhiri oleh pekikan takbir yang membuat kami kala itu begitu bersemangat akan kata "perjuangan".
Begitu pun dalam ranah kampus (red Dakwah kampus)ini satu kata "perjuangan" yang dapat didefinisikan menjadi jutaan makna yang harus kita lalui dan berderap dalam sebuah jalan yang panjang. Dakwah kampus akan tetap eksis, bertahan hidup dan dapat bergerak dinamis saat semua itu sama2 diperjuangkan. Ketika DK terus melakukan upaya penyesuaian diri dengan alam sekitar melalui pembaharuan. Seperti alam semesta disitulah DK akan menemukan energi kehidupan menuju kemenagan. Kemenangan Dakwah Kampus.
Tapi tentunya sesuatu yang harus sama2 kita ingat dalam surat Ar-Ra'd ayat 11, kita dapati kesimpulan tentang sebuah pembaharuan tak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil melakukan perbaikan di dalam internal diri.
Ya, perbaikan diri, karena banyak orang2 meneriakan "keidealisme"annnya namun sekarat dalam hal penerapan terhadap dirinya. Atau bisa dibilang yang manjadi pr kita bersama adalah krisis amali krisis akan praktek, krisis seorang contoh yang tak hanya sekedar eneriakkan kata2 tidak hanya sekedar teori namun juga prakteknya baik.
Karena sejatinya 2 kewajiban kita yang diambil dari buku majmuatur risail (RPIM) adalah menyampaikan teori dan tentunya praktek atau proses amali.
Ini pula yang ingin dkritisi, dan tentunya sebagai bahan refleksi diri.
Karena tak bisa dipungkuri lagi kita sering memiliki idealisme yang kuat namun menjadi 0 besar saat proses praktek yang tidak digubris.
Kita sering mempermasalahkan nilai2 ujuan kita tapi melunturkan praktek "kejujuran di dalamnya". Kita sering fokus pada sebuah tujuan dengan keidealimean yang wah, tapi sering kali "menghalalkan segala cara" dalam prosesnya.
Demikian pun dalam DK seperti yang dikatakan oleh buku Menuju kemenangan dakwah kapus ini, dimana Pembaharuan DK tidak akan pernah tercapai manaala kita belum berhasil melakukan perbaikan DK itu sendiri. Dengan kata lain menjadi DK dewasa adalah satu2nya jalan menuju kesuksesan proyek pembaharuan DK cerdas paripurna. Dan inilah konsep ISLAM
Dan masih dalam buku yang sama "Menuju Kemenangan Dakwah Kampus" disana disebutkan bahwa proses pembenahan internal ini hakikatnya adalah pembangunan cita2, dan pengenalan prinsip. Dimana ada 3 agenda besar didalamnya yakni
back to ashalah
menghapus trauma persepsi
dan berkomitmen terhadap sikap terbaik.
Ya 3 poin utama yang harus sama2 kita benahi dalam proses perbaikan internal
demi menyongsong kemenangan DK...
Karena dalam sebuah pengibaratan kita bisa membersihkan meja yang kotor dengan sebuah lap yang bersih.
namun tentu ini bukan menjadi alasan kita untuk ttp "berdakwah"
Karena "sampaikanlah walau 1 ayat.
Dimana sejatinya kita terus menebar kebaikan terus menebar nasehat2 sambil memperbaiki diri....
Sumber referensi : "Kemenangan menuju dakwah kampus"
"Majmuatur risail ( risalah pergerakan Ikhwanul muslimin)
#Restiya Maulana
Rabu 8 Mei 2013
@ Home sweet home
Perubahan itu terjadi pada semua hal, pada semua sisi, semua kejadian, semua peristiwa, semuanya, "semuanya berubah seperti perubahan itu sendiri" begitulah kata pepatah.
Perubahan (red pembaharuan) sebenarnya adalah jalan penuntasan mimpi. Sebuah jalan mewujudkan setiap impiaan kehidupan yang hendak dicapai dan diraih. Sejarah selalu memperlihatkan fenomena ini. Setiap proses pembaharuan selalu merupakan proses perwujudan keinginan2 manusia. Setiap semangat perubahan selalu berakhir pada mimpi yang terselesaikan. Itulah sebabnya kita akan selalu menemukan bahwa sejarah sebetulnya adalah kisah pebaharuan, kisah perubahan. Sedangkan setiap pelaku "sejarah yang tersejarahkan" adalah juga pelaku perubahan (agent of change)
Teringat akan perkataan guru smp saya kala itu yang kurang lebihnya seperti ini.
Melihat corat marutnya moralitas pelajar, melihat kebanggaan mereka akan prestasi2 yang negatif, mungkin ini sebuah pertanda sudah tuanya dunia ini, tapi permasalahannnya akankah kita hanya diam menjadi penonton atas semua ini?. "Siapa lagi jika bukan kita? Jika bukan kita siapa lagi?" Maka kini saatnya kita beraksi berpegangan tangan meraptkan barisan, berlomba2 dalam hal kebaikan untuk sebuah perubahan. Menuju "mimpi" dengan sama2 merealisasikannya.
Begitulah stimulus yang diberikan dan diakhiri oleh pekikan takbir yang membuat kami kala itu begitu bersemangat akan kata "perjuangan".
Begitu pun dalam ranah kampus (red Dakwah kampus)ini satu kata "perjuangan" yang dapat didefinisikan menjadi jutaan makna yang harus kita lalui dan berderap dalam sebuah jalan yang panjang. Dakwah kampus akan tetap eksis, bertahan hidup dan dapat bergerak dinamis saat semua itu sama2 diperjuangkan. Ketika DK terus melakukan upaya penyesuaian diri dengan alam sekitar melalui pembaharuan. Seperti alam semesta disitulah DK akan menemukan energi kehidupan menuju kemenagan. Kemenangan Dakwah Kampus.
Tapi tentunya sesuatu yang harus sama2 kita ingat dalam surat Ar-Ra'd ayat 11, kita dapati kesimpulan tentang sebuah pembaharuan tak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil melakukan perbaikan di dalam internal diri.
Ya, perbaikan diri, karena banyak orang2 meneriakan "keidealisme"annnya namun sekarat dalam hal penerapan terhadap dirinya. Atau bisa dibilang yang manjadi pr kita bersama adalah krisis amali krisis akan praktek, krisis seorang contoh yang tak hanya sekedar eneriakkan kata2 tidak hanya sekedar teori namun juga prakteknya baik.
Karena sejatinya 2 kewajiban kita yang diambil dari buku majmuatur risail (RPIM) adalah menyampaikan teori dan tentunya praktek atau proses amali.
Ini pula yang ingin dkritisi, dan tentunya sebagai bahan refleksi diri.
Karena tak bisa dipungkuri lagi kita sering memiliki idealisme yang kuat namun menjadi 0 besar saat proses praktek yang tidak digubris.
Kita sering mempermasalahkan nilai2 ujuan kita tapi melunturkan praktek "kejujuran di dalamnya". Kita sering fokus pada sebuah tujuan dengan keidealimean yang wah, tapi sering kali "menghalalkan segala cara" dalam prosesnya.
Demikian pun dalam DK seperti yang dikatakan oleh buku Menuju kemenangan dakwah kapus ini, dimana Pembaharuan DK tidak akan pernah tercapai manaala kita belum berhasil melakukan perbaikan DK itu sendiri. Dengan kata lain menjadi DK dewasa adalah satu2nya jalan menuju kesuksesan proyek pembaharuan DK cerdas paripurna. Dan inilah konsep ISLAM
Dan masih dalam buku yang sama "Menuju Kemenangan Dakwah Kampus" disana disebutkan bahwa proses pembenahan internal ini hakikatnya adalah pembangunan cita2, dan pengenalan prinsip. Dimana ada 3 agenda besar didalamnya yakni
back to ashalah
menghapus trauma persepsi
dan berkomitmen terhadap sikap terbaik.
Ya 3 poin utama yang harus sama2 kita benahi dalam proses perbaikan internal
demi menyongsong kemenangan DK...
Karena dalam sebuah pengibaratan kita bisa membersihkan meja yang kotor dengan sebuah lap yang bersih.
namun tentu ini bukan menjadi alasan kita untuk ttp "berdakwah"
Karena "sampaikanlah walau 1 ayat.
Dimana sejatinya kita terus menebar kebaikan terus menebar nasehat2 sambil memperbaiki diri....
Sumber referensi : "Kemenangan menuju dakwah kampus"
"Majmuatur risail ( risalah pergerakan Ikhwanul muslimin)
#Restiya Maulana
Rabu 8 Mei 2013
@ Home sweet home













0 komentar:
Posting Komentar