negara ini.
Kamis, 28 November 2013
Nasionalisasi Aset
negara ini.
Senin, 29 April 2013
Aku hidupku sekarang dan seterusnya
Rabu, 06 Maret 2013
Setiap Kita Adalah Pemimpin & Setiap Pemimpin Akan Dimintai Pertanggungjawabannya
Berbicara tentang seorang pemimpin, bericara tentang kepemimpinan, rasanya sudah lebih dari cukup berreferensi pada Rasulullah saw dan para sahabatnya.
Teringat akan kisah perang mutah dimana tatkala itu umat muslim berperang melawan bangsa romawi dengan perbandingan pasukan yang sungguh fantastis, 200.000 bangsa romawi melawan 3000 pasukan umat muslim. Tatkala itu Rasulullah saw menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima perangnya. Namun ternyata Rasulullah Saw tidak hanya mengangkat Zaid bin Haritsah, tetapi 3 panglima sekligus yakni Zaid in Haritsah, Jafar bin abi thalib dan Abdullah bin Rawamah.
Kisah heroik dimulai di perang ini, dimana Zaid bin Haritsah Syahid dengan 52 sabetan di dadanya. Kemudian panji dan komando di pegang oleh Jafar bin abi thalib. Tidak kalah heroik bahkan tatkala tangan Jafar bin abi thalib di tebas, ia tetap memegangnya dengan tangn kirinya. Setelah tangan kirinya di tebas, ia tetap mempertahankan panji dengan pangkal lengan kanannya, Setelah panggkal tangan kananya ditebas, ia pun tetap mempertahankan panji dengan pangkal lengan kirinya. Hingga akhirnya Jafar bin abi tholib pun syahid. Lantas setelah itu Abdullah bin rawamahlah yang memegang komando dan memegang panji. Hingga akhirnya ia syahid.
Namun kisah pertempuran ini belumlah usai. Ketika tiga pemimpin perang, 3 panglima perang umat muslim telah syahid, ketika chaos terjadi. Maka seketika itu Tsabit bin Arqom mengangkat panji umat muslim seraya bertanya pada para sahabat. "Siapakah yang berhak memegang panji ini? Siapakah yang akan memimpin pasukan ini?" Singkat cerita hingga akhirnya Kholid bin Walid lah yang akhirnya maju memegang panji dan memegang komando.
Dalam risalahnya disebutkan bahwa dalam perang itu Kholid membawa 9 pedang, dan 9 pedangnya pun habis. Tatkala Kholid bin Walid memegang komando, saat malam ia menggunakan strateginya. Dimana obor diperbanyak, hingga menimbulkan kesan adanya pasaukan bantuan. Kemudian ia menukar pasukan kanan ke kiri, kiri ke kanan, depan ke belakang dan belakang ke depan. Hingga saat keesokan harinya tatkala perang berlanjut kembali pasukan umut muslim seperti benar- benar mendapatkan bala bantuan pasukan tambahan yang membuat moral pasukan romawi turun.
Inilah yang ingin saya angkat dalam kisah ini dimana kita bisa mengambil ibroh atau pembelajaran, bahwasanya :
- Adanya Regenerasi kepemimpinan
- Moral dan semangat juang
- Persiapan seorang "pemimpin"
Dan sejatinya karena setiap kitaa adalah pemimpin, teringat akan perkataan Umar bin Khatab
"Aku takut ketika suatu hari umat membutuhkan seorang pemimpin namun orang tersebut tidak siap, & aku lebih takut bila orang tersebut adalah aku"
"Kita bukan bernafsu untuk menjadi pemimpin, Namun kita harus bernafsu untuk senantiasa meyiapkan diri menjadi pemimpin, Sehingga tatkala panggilan untuk memimpin tertuju pada kita, maka kita siap menerimanya.
#Restiya maulana
Jakarta, Kamis 7 Maret 11:45
@home sweet home
Yang tengah mempersiapkan diri
Minggu, 17 Februari 2013
Mahasiswa Sebagai Penggores Tinta Emas Perjuangan

Senin, 28 Januari 2013
UJIAN
Rabu, 16 Januari 2013
Mengapa pembinaan/kaderisasi?
Ma’rifatullah
Ma’rifatullah
Subbab mahabah (Cinta)
Berbicara tentang cinta pasti tak akan da habisnya untuk dibahas. Apalagi pembahsan cinta kepada Allah (Ma’rifatullah).
Cinta sendiri dapat dibagi menjadi 2 bagian. 2 bagian itu dalah:
As Sya’iyah (Syariat) yang berarti sebuah cinta yang baik, cinta tanpa hawa nafsu sebagaimana (Qs 48:29) atas dasar iman.
Dan yang kedua adalah tidak syariat yakni suatu hal yang mengedepankan nafsu (Qs :14)
Disini perbedannya hanyalah yang satu didasari atas keimanan dan satunya didasari oleh sebuah nafsu.
Tapi antara Iman dan Syahwat ada spersamaannya yaitu tanda-tanda cinta.
Karena Tanda- tanda cinta itu sendiri yakni :
Sering disebut ( 8:2)
Kagum (1:1)
Berkorban (9:61)
Cemas
Mengharap
Menanti
We Are Agent Of Change
We are agent of change
adalah sebuah paradigma yang begitu membuming di kalangan para aktivis dan
mahaiswa. Ya ini adalah salah satu peran pemuda. 2 kata agent dan change disini membuktikan betapa sentralnya peran
kita sebagai pemuda dalam memajukan Negara ini.Rabu, 08 Agustus 2012
Refitalisasi Azzam yang hilang
Senin, 07 Mei 2012
Bersama membangun mimpi dalam ukhwah yang tengah bersemi
Awalnya hanya perpaduan antara hitam dan putih yang mengiringi kisah perjalanan. Hingga akhirnya seorang saudara terbaik dalam hidupku memperkenalkan sebuah lembaga bernama rohis 29 itu... Ya lembaga karena disinilah tempat awal ku bisa membuka hati pikiran, pendengaran, serta penglihatanku selama ini. Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa Rohis itu HANYA sebuah eksul, begitu pula denganku dulu. Namun ternyata pandanganku itu salah Perlahan ku mulai menemukan sebuah arti itu, bahwa Rohis 29 bukanlah merupakan eksull belaka,
Rohis 29 bukanlah segalanya, tapi segalanya bisa didapatkan disini... (udah kaya tarbiyah aja yah..hhe.)
Sebuah tolak balik yang mengubah abu2dalam hidupku menjadi penuh warna.
Selasa, 31 Januari 2012
berderap di jalan yang panjang
Tentang cinta dan kasih sayang, pengorbanan, kesungguhan, dan ketidak abadian.
Sebuah perjalanan yang mengajarkan akan beragam hal. dan proses pembelajaranlah yang merupakan akar dari segalanya. melalu proses pembelajaran yang merujuk pada sebuah perubahan yang berarti persiapan. Karena jalan ini bagaikan sebuah pendakian yang mengharuskan kita melakukan persiapan. Seperti fisik, mental, jiwa serta raga.
Ibaratkan saja, dalam perjalanan pendakian tentu terkadang ada jalan menanjak, jalan menurun berkelok atau bahkan berduri.
Seperti itu pulalah jalan kita. sebuah jalan yang memang panjang. perjalanan yang akan menguras keringat, tangisan, atau mungkin darah.
Namun jangan lupakan ketika sang pendaki sampai di tujuannya. Pemandangan alam yang begitu indah dan mungkin gemercik air yang menyejukan...
inilah sebuah perjuangan...
perjuangan terlalu angkuh tanpa kesabaran, terlalu melelahkan tanpa keikhlasan..
kenapa perjuangan ini begitu pahit???
Karena surgaNYA begitu manis.
Kamis, 24 November 2011
Renungan perjuangan
Apa kabar dengan Hati???
Semoga Allah memberikan hati ini sebuah ketetapan untuk terus menyusuri jalan ini...
Walau terkadang fitnahan,hujatan,cacian dan maikan sering mewarnai jalan ini...
Jiwa raga Harta dan Air mata telah kita persembahkan
Hingga terkadang Lelah dan Jenuh selalu menghampiiri di tiap langkah perjuangan mengarungi jalan ini...
Jumat, 28 Oktober 2011
Bersama tlah kita lewati...
Masa-masa indah penuh arti...
Di rohis 29 ini...
Mungkin banyak masalah yang terjadi...
Mulai dari virus-virus VMJi...
Ada pula yang menjadi anak gaul sejati..
Hingga ada yang meningkatkan prestasi...
Yang membuat mereka lupa diri....
Untuk membantu kami disini...
Tapi kami tidak bersedih hati...
Karna kami yakin mereka kan kembali....
Bersama kami untuk membangun mimpi...
Bersama di barisan nan suci ini...
Tuk menyongsong kejayaan islam nanti...



















