“Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari
kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang
diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami janganlah Engkau menghukum kami
bila kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebani
kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang- orang
sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang
kami tidak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah
kami. Engkau pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang- orang kafir”.
(QS 2: 286)
Sebagai seorang manusia
yang menjalani lika liku kehidupan tentu tak akan lepas dengan "ujian". Banyak
orang yang beranggapan bahwa ujian adalah saat- saat buruk saja. Seperti
terkena musibah, merugi atau hal lain sejenisnya. Tapi ternyata itu merupakan
sebuah kesalahan persepsi. Karena pada hakikatnya ujian adalah segala hal dalam
kehidupan ini. Sebagaimana jatuhnya daun ke permukaan tanah saja merupakan
kehendakNYA. Begitu pula dengan segala kehidupan kita. Kita adalah actor- actor
utama dalam kehidupan yang tentunya akan diperhatikan apakah kita bisa bermain
baik sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Seperti yang dikatakan Arif
Dasyat dalam trainer motivasinya.
“hidup ini ujian, semua
tentang hidup ini adalah ujian, ujian untuk mengaktifkan potensi yang tuhan
titipkan kepada kita, ada potensi yang menguatkan kualitas kemuliaan diri kita,
ada potensi yang melemahkan kualitas kemuliaan diri kita, kedua potensi itu
aktif saat kita member respon terhadap sesuatu yang terjadi, respon syukur dan
sabar atau respon mengeluh, menyalahkan. Kita tau dimana kualitas diri saat
kita merespon sesuatu yang terjadi kepada diri kita”
Ujian, proses kehidupan
yang tentunya akan menaikkan kualitas kita sebagai hamba Allah SWT,
berat atau ringannya tentu berbeda setiap individu. Semakin tinggi kualitas seseorang
tentu ujiannya pun semakin tinggi. Karena Allah Swt tak akan memberikan ujian
diluar kemampuan hambanya. Karena itu pula rasanya tak ada alasan untuk mengeluh, atau bahkan menyerah
dalam menjalani samudra kehidupan. Sebagaimana dalam sebuah hadis
"sahabat bertanya Wahai Rasulullah, manusia manakah yang
paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,“Para
Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai
dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin
berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan
kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia
berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”















